Whats problem posing?
Problem posing adalah metode pembelajaran dimana siswa
diminta untuk membuat masalah berdasarkan pada informasi yang diberikan, lalu
selesaikan. Sedangkan dalam metode pembelajaran pemecahan masalah, siswa
belajar dengan memecahkan masalah yang diberikan
Apa kaitanya dengan matematika?
Problem posing atau pembentukan soal adalah salah satu cara
yang efektif untuk mengembangkan keterampilan siswa guna meningkatkan kemampuan
siswa dalam menerapkan konsep matematika. Tim Penelitian Tindakan Matematika
(PTM) (2002 : 2) mengatakan bahwa :
1. Adanya korelasi
positif antara kemampuan membentuk soal dan kemampuan membentuk masalah.
2. Latihan
membentuk soal merupakan cara efektif untuk meningkatkan kreatifitas siswa
dalam memecahkan suatu masalah.
Teori beban kognitif?
Teori beban kognitif (Sweller, Ayres, &Kalyuga, 2011)
memberikan kerangka wawasan untuk memeriksa hubungan antara penguasaan hasil
belajar dan tantangandihadapi selama pengetahuan internalisasi. Ituteori
menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang efektifadalah mereka yang
meminimalkan beban kognitif Pertimbangan beban kognitif siswa adalah penting
dalam mengoptimalkan kemampuan mereka untuk memahami dan membangun pengetahuan
yang dipelajari. Selain itu, teori beban kognitif menunjukkan bahwa instruksi
berbasis masalah dengan kognitif beban memberikan efek positif bagi siswa yang
memiliki pengetahuan awal yang cukup
Jenis Problem Posing?
Ada tiga jenis problem posing menurut Silver dan Cai (1996).
adalah:
a.
Pre solution posing
Pre solution posing yaitu siswa
membuat pertanyaan berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh guru.
b.
Within solution posing
Within solution posing yaitu siswa memecah pertanyaan tunggal dari guru
menjadi sub-sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru.
c. Post solution posing
Post solution posing yaitu siswa
membuat soal yang sejenis, seperti yang dibuat oleh guru.
Tahapan problem posing
(a) pengiriman bahan,
(B) siswa melakukan tes praktek
sesuai denganbahan ajar,
(c) siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan
pertanyaan dari informasi yang diberikan,
(D) siswa memecahkan masalah yang
mereka hadapi,
(e) siswa mendiskusikan hasil.
Problem solving?
metode pemecahan masalah
mengarahkan siswa untukmemecahkan masalah yang diberikan. Pemecahan masalah
metode adalah pedoman pengajaran yang secara teoritis atau melatih siswa secara
konseptual untuk dipecahkan masalah matematika menggunakan berbagai strategi dan
langkah-langkah pemecahan masalah yang ada (NCTM,2000).
Tahapan problem solving?
Menurut Polya (1981), secara umum
ada empat langkah umum dalam memecahkan matematika masalah, antara lain:
a.
Memahami masalah,
b.
membuat rencana pemecahan
masalah,
c.
mengimplementasikan rencana pemecahan masalah,
dan
d.
memeriksa kembali jawabannya.
Baik masalah metode posing maupun yang metode pemecahan
masalah dikategorikan siswa-pembelajaran terpusat. Masalahnya berpose mengajar
mendorong siswa untuk aktif bertanya, atau bekerja pada masalah menggunakan
informasi yang disediakan,sedangkan metode pemecahan masalah mempromosikan
analisis aktif untuk mencari solusi yang diberikan masalah
Ringkasan Penelitian:
Metode: metode yang digunakan adalah metode pembelajaran
langsung dengan menggunakan metode posing dan solving problem. Dengan cara
memberikan soal-soal dan pembahasanya melalui kedua metode tadi, tetapi sebelum
itu siswa harus diberi materi terlebih dahul, penyelesaian masalahnya pun
dibagi menjadi 2, yakni individu dan kelompok, contohnya:
a.
Resolving contextual issues
(theme: gardens) related to the area and circumference of a
square and rectangle.
b.
Resolving the contextual
issues (theme: field) related to the area and circumference of
a rectangle.
c.
Resolving contextual issues
(theme: tiles) related to the area and circumference of a
rectangle.
d.
Resolving contextual issues
(theme: chicken coop) related to the area and circumference
of a square.
Ya seperti itu, dengan problem solving dan problem posing,
siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Hasilnya metode posing lebih menunjukan hasil positif,
dilihat dengan hasil pengerjaan soal dimana nilainya lebih tinggi apabila
menggunakan metode posing. Hanya saja untuk berkelompok metode posing sedikit
kurang efektif dibandingan metode pemecahan masalah, hal ini disebabkan dalam
metode posing siswa diberi kebebasan untuk menciptakan masalah-masalah baru
yang terkait dan menyelesaikanya, terkadang siswa jika hanya menyelesaikan
masalah justru berujung gagal, sebab mereka tak memahami konsep pembelajaranya,
dengan posing ini sejatinya masalah konsep dapat lebih teratasi sehingga siswa
lebih paham, tetapi problem posing sulit dilaksanakan apabila berkelompok,
sebab masalah yang akan diberikan tiap siswa berbeda-beda, untuk kelompok
memang problem solving lebih baik sebab
dapat dipecahkan bersama-sama, jadi metode posing akan lebih baik untuk
individu saja.
pdf:
https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/18787
Tidak ada komentar:
Posting Komentar