Kamis, 25 Oktober 2018

MATHEMATICS PROBLEM SOLVING SKILL ACQUISITION: LEARNING BY PROBLEM POSING OR BY PROBLEM SOLVING




Whats  problem posing?
Problem posing adalah metode pembelajaran dimana siswa diminta untuk membuat masalah berdasarkan pada informasi yang diberikan, lalu selesaikan. Sedangkan dalam metode pembelajaran pemecahan masalah, siswa belajar dengan memecahkan masalah yang diberikan
Apa kaitanya dengan matematika?
Problem posing atau pembentukan soal adalah salah satu cara yang efektif untuk mengembangkan keterampilan siswa guna meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep matematika. Tim Penelitian Tindakan Matematika (PTM) (2002 : 2) mengatakan bahwa :
1.    Adanya korelasi positif antara kemampuan membentuk soal dan kemampuan membentuk masalah.
2.    Latihan membentuk soal merupakan cara efektif untuk meningkatkan kreatifitas siswa dalam memecahkan suatu masalah.

Teori beban kognitif?
Teori beban kognitif (Sweller, Ayres, &Kalyuga, 2011) memberikan kerangka wawasan untuk memeriksa hubungan antara penguasaan hasil belajar dan tantangandihadapi selama pengetahuan internalisasi. Ituteori menjelaskan bahwa metode pembelajaran yang efektifadalah mereka yang meminimalkan beban kognitif Pertimbangan beban kognitif siswa adalah penting dalam mengoptimalkan kemampuan mereka untuk memahami dan membangun pengetahuan yang dipelajari. Selain itu, teori beban kognitif menunjukkan bahwa instruksi berbasis masalah dengan kognitif beban memberikan efek positif bagi siswa yang memiliki pengetahuan awal yang cukup

Jenis Problem Posing?

Ada tiga jenis problem posing menurut Silver dan Cai (1996). adalah:
a.       Pre solution posing
Pre solution posing yaitu siswa membuat pertanyaan berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh guru.
b.       Within solution posing

Within solution posing yaitu siswa memecah pertanyaan tunggal dari guru menjadi sub-sub pertanyaan yang relevan dengan pertanyaan guru.

c. Post solution posing
Post solution posing yaitu siswa membuat soal yang sejenis, seperti yang dibuat oleh guru.
Tahapan problem posing
(a) pengiriman bahan,
(B) siswa melakukan tes praktek sesuai denganbahan ajar,
 (c) siswa diberi kesempatan untuk mengumpulkan pertanyaan dari informasi yang diberikan,
(D) siswa memecahkan masalah yang mereka hadapi,
(e) siswa mendiskusikan hasil.
Problem solving?
metode pemecahan masalah mengarahkan siswa untukmemecahkan masalah yang diberikan. Pemecahan masalah metode adalah pedoman pengajaran yang secara teoritis atau melatih siswa secara konseptual untuk dipecahkan masalah matematika menggunakan berbagai strategi dan langkah-langkah pemecahan masalah yang ada (NCTM,2000).
Tahapan problem solving?
Menurut Polya (1981), secara umum ada empat langkah umum dalam memecahkan matematika masalah, antara lain:
a.       Memahami masalah,
b.      membuat rencana pemecahan masalah,
c.        mengimplementasikan rencana pemecahan masalah, dan
d.       memeriksa kembali jawabannya.
Baik masalah metode posing maupun yang metode pemecahan masalah dikategorikan siswa-pembelajaran terpusat. Masalahnya berpose mengajar mendorong siswa untuk aktif bertanya, atau bekerja pada masalah menggunakan informasi yang disediakan,sedangkan metode pemecahan masalah mempromosikan analisis aktif untuk mencari solusi yang diberikan masalah
Ringkasan Penelitian:
Metode: metode yang digunakan adalah metode pembelajaran langsung dengan menggunakan metode posing dan solving problem. Dengan cara memberikan soal-soal dan pembahasanya melalui kedua metode tadi, tetapi sebelum itu siswa harus diberi materi terlebih dahul, penyelesaian masalahnya pun dibagi menjadi 2, yakni individu dan kelompok, contohnya:
a.       Resolving contextual issues (theme: gardens) related to the area and circumference of a
square and rectangle.
b.      Resolving the contextual issues (theme: field) related to the area and circumference of
a rectangle.
c.       Resolving contextual issues (theme: tiles) related to the area and circumference of a
rectangle.
d.      Resolving contextual issues (theme: chicken coop) related to the area and circumference
of a square.
Ya seperti itu, dengan problem solving dan problem posing, siswa diminta untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Hasilnya metode posing lebih menunjukan hasil positif, dilihat dengan hasil pengerjaan soal dimana nilainya lebih tinggi apabila menggunakan metode posing. Hanya saja untuk berkelompok metode posing sedikit kurang efektif dibandingan metode pemecahan masalah, hal ini disebabkan dalam metode posing siswa diberi kebebasan untuk menciptakan masalah-masalah baru yang terkait dan menyelesaikanya, terkadang siswa jika hanya menyelesaikan masalah justru berujung gagal, sebab mereka tak memahami konsep pembelajaranya, dengan posing ini sejatinya masalah konsep dapat lebih teratasi sehingga siswa lebih paham, tetapi problem posing sulit dilaksanakan apabila berkelompok, sebab masalah yang akan diberikan tiap siswa berbeda-beda, untuk kelompok memang problem solving lebih  baik sebab dapat dipecahkan bersama-sama, jadi metode posing akan lebih baik untuk individu saja.

pdf:
 https://journal.uny.ac.id/index.php/cp/article/view/18787